note 5 Pingsan Tidak Hanya Karena Faktor Kelelahan dan Ketakutan Saja, Inilah 6 Penyebab Pingsannya Seseorang ~ DOKTER KELUARGA

iklan

iklan

Wednesday, January 13, 2016

Pingsan Tidak Hanya Karena Faktor Kelelahan dan Ketakutan Saja, Inilah 6 Penyebab Pingsannya Seseorang



Pingsan atau dalam bahasa medis disebut juga sebagai sinkop, berasal dari bahasa Yunani yang berasal dari kata syn dan koptein yang artinya memutuskan. Jadi definisi sikop sendiri ialah kehilangan kesadaran dan kekuatan postural yang tiba-tiba dan bersifat sementara, dengan konsekuensi terjadi pemulihan spontan. Hilangnya kesadaran tersebut terjadi akibat menurunnya aliran darah ke otak yang akan membaik tanpa terapi kimiawi maupun elektrik.
Kebanyak orang yang pernah mengalami pingsan, biasanya mereka jarang mencari pertolongan ke dokter, sehingga prevalensi dari pingsan sendiri sulit ditentukan, namun sekitar sepertiga dari orang dewasa pernah mengalami paling sedikit satu kali episode pingsan selama hidupnya.

Berdasarkan penyebabnya, pingsan bisa dibagi menjadi enam kelompok utama, yaitu;

1.       Pingsan karena faktor aliran darah

Faktor aliran darah merupakan faktor penyebab pingsan terbanyak yang kemudian diikuti oleh faktor jantung. Faktor aliran darah pada kasus pingsan ini bisa disebabkan oleh faktor kelainan anatomi tubuh misalnya pada kasus subclavian steal syndrome, atau bisa disebakan karena hipotensi ortostatik yang berhubungan dengan berdiri tegaknya seseorang, dan bisa juga dikarenakan obat-obatan yang mempengaruhi aliran darah.

2.       Pingsan karena faktor jantung

Pingsan yang disebabkan oleh masalah jantung merupakan penyebab kedua tersering dari pingsan tersebut, meliputi 10-20% atau seperlima dari seluruh kejadian. pingsan yang disebabkan jantung ini akan menyebabkan risiko mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan kasus yang tidak mempunyai dasar kelainan jantung. Pasien dengan pingsan karena jantung ini mempunyai risiko kematian tertinggi dalam 1 sampai 6  bulan. Tingkat kematian dalam 1 tahun pertama mencapai 18-33%, dibandingkan dengan pingsan yang bukan disebabkan kelainan jantung yaitu 0-12%, bahkan pada tanpa sebab yang jelas hanya kira-kira 6%.

3.       Pingsan karena faktor persarafan/ neurologik

Kebanyakan individu yang mengalami pingsan akibat kelainan neurologik seringkali mengalami kejang, daripada hanya episode pingsan saja. Kelainan neurologi yang terjadi seringkali terlihat mirip dengan pingsan yaitu terdapatnya gangguan atau hilangnya kesadaran seseorang. Jadi gangguan saraf ini bisa menyebabkan orang tidak sadarkan diri, tapi bukan pingsan, melainkan hal yang lebih berat lagi.

4.       Pingsan karena faktor psikis/mental

Kejadian pingsan ini dihubungkan dengan kondisi psikis seseorang. Suatu kondisi yang memberatkan mental sesorang, dapat menyebabnya kejadian pingsan, misalnya seperti ketakutan, depresi, dan lain-lain.

5.       Pingsan karena faktor metabolisme tubuh

Penyebab metabolik pada kasus pingsan sangat jarang terjadi, hanya kira-kira 5% dari seluruh kejadian pingsan. Gangguan metabolik yang seringkali menjadi penyebab pingsan tersebut adalah hipoglikemi, hipoksia dan hiperventilasi. pingsan akibat hipoglikemi adalah hilangnya kesadaran yang berhubungan dengan kadar gula darah di bawah 40 mg dan disertai gejala gemetar, bingung, liur yang berlebihan, keadaan hiperadrenergik dan rasa lapar. Hipoglikemi selalu harus dipikirkan pada pasien dengan diabetes melitus yang mendapatkan terapi insulin atau obat hipoglikemik minum. Penting diperhatikan bahwa sinkop akibat hipoglikemi berbeda dengan sinkop pada keadaan lain yaitu tidak berhubungan dengan hipotensi, bahkan pada saat pasien dalam posisi terlentang.

6.       Pingsan karena faktor yang tidak diketahui penyebabnya.

Angka kematian dari kasus pingsan ini bisa berbeda-beda, bergantung dari faktor penyebabnya. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di amerika oleh Framingham, ia mengatakan bahwa tingkat kematian seseorang yang pernah mengalami pingsan yang tidak diketahui penyebabnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengalami pingsan. Dari penelitian tersebut dikatakan juga bahwa tingkat kematian tertinggi ditemukan pada kasus pingsan yang disebabkan oleh masalah jantung, sedangkan kasus pingsan yang disebabkan oleh masalah saraf termasuk hipotensi ortostatik dan sinkop yang berhubungan sengan obat-obatan, tidak menunjukkan peningkatan angka kematian.

sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

2 comments: