Pingsan atau
dalam bahasa medis disebut juga sebagai sinkop, berasal dari bahasa Yunani yang
berasal dari kata syn dan koptein yang artinya memutuskan. Jadi definisi sikop
sendiri ialah kehilangan kesadaran dan kekuatan postural yang tiba-tiba dan
bersifat sementara, dengan konsekuensi terjadi pemulihan spontan. Hilangnya
kesadaran tersebut terjadi akibat menurunnya aliran darah ke otak yang akan
membaik tanpa terapi kimiawi maupun elektrik.
Kebanyak orang
yang pernah mengalami pingsan, biasanya mereka jarang mencari pertolongan ke dokter,
sehingga prevalensi dari pingsan sendiri sulit ditentukan, namun sekitar
sepertiga dari orang dewasa pernah mengalami paling sedikit satu kali episode
pingsan selama hidupnya.
Berdasarkan
penyebabnya, pingsan bisa dibagi menjadi enam kelompok utama, yaitu;
1.
Pingsan karena faktor aliran darah
Faktor aliran
darah merupakan faktor penyebab pingsan terbanyak yang kemudian
diikuti oleh faktor jantung. Faktor aliran darah pada kasus pingsan
ini bisa disebabkan oleh faktor kelainan anatomi tubuh misalnya pada kasus
subclavian steal syndrome, atau bisa disebakan karena hipotensi ortostatik yang
berhubungan dengan berdiri tegaknya seseorang, dan bisa juga dikarenakan
obat-obatan yang mempengaruhi aliran darah.
2.
Pingsan karena faktor jantung
Pingsan yang
disebabkan oleh masalah jantung merupakan penyebab kedua tersering dari
pingsan tersebut, meliputi 10-20% atau seperlima dari seluruh kejadian. pingsan
yang disebabkan jantung ini akan menyebabkan risiko mortalitas yang
lebih tinggi dibandingkan kasus yang tidak mempunyai dasar kelainan
jantung. Pasien dengan pingsan karena jantung ini mempunyai risiko kematian
tertinggi dalam 1 sampai 6 bulan.
Tingkat kematian dalam 1 tahun pertama mencapai 18-33%, dibandingkan dengan
pingsan yang bukan disebabkan kelainan jantung yaitu 0-12%, bahkan
pada tanpa sebab yang jelas hanya kira-kira 6%.
3.
Pingsan karena faktor persarafan/ neurologik
Kebanyakan individu
yang mengalami pingsan akibat kelainan neurologik seringkali mengalami
kejang, daripada hanya episode pingsan saja. Kelainan neurologi yang
terjadi seringkali terlihat mirip dengan pingsan yaitu terdapatnya
gangguan atau hilangnya kesadaran seseorang. Jadi gangguan saraf ini bisa
menyebabkan orang tidak sadarkan diri, tapi bukan pingsan, melainkan hal yang
lebih berat lagi.
4.
Pingsan karena faktor psikis/mental
Kejadian pingsan ini dihubungkan dengan kondisi psikis
seseorang. Suatu kondisi yang memberatkan mental sesorang, dapat menyebabnya
kejadian pingsan, misalnya seperti ketakutan, depresi, dan lain-lain.
5.
Pingsan karena faktor metabolisme tubuh
Penyebab metabolik pada kasus pingsan sangat
jarang terjadi, hanya kira-kira 5% dari
seluruh kejadian pingsan. Gangguan metabolik yang seringkali menjadi penyebab pingsan
tersebut adalah hipoglikemi, hipoksia dan hiperventilasi.
pingsan akibat hipoglikemi adalah hilangnya kesadaran
yang berhubungan dengan kadar gula darah di
bawah 40 mg dan disertai gejala gemetar, bingung,
liur yang berlebihan, keadaan hiperadrenergik
dan rasa lapar. Hipoglikemi selalu harus dipikirkan
pada pasien dengan diabetes melitus yang mendapatkan
terapi insulin atau obat hipoglikemik minum. Penting
diperhatikan bahwa sinkop akibat hipoglikemi berbeda
dengan sinkop pada keadaan lain yaitu tidak berhubungan
dengan hipotensi, bahkan pada saat pasien dalam
posisi terlentang.
6.
Pingsan karena faktor yang tidak diketahui
penyebabnya.
Angka kematian dari
kasus pingsan ini bisa berbeda-beda, bergantung dari faktor penyebabnya.
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di amerika oleh Framingham, ia
mengatakan bahwa tingkat kematian seseorang yang pernah mengalami pingsan yang
tidak diketahui penyebabnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak
pernah mengalami pingsan. Dari penelitian tersebut dikatakan juga bahwa tingkat
kematian tertinggi ditemukan pada kasus pingsan yang disebabkan oleh masalah
jantung, sedangkan kasus pingsan yang disebabkan oleh masalah saraf termasuk
hipotensi ortostatik dan sinkop yang berhubungan sengan obat-obatan, tidak
menunjukkan peningkatan angka kematian.
sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam


Nice info!
ReplyDeleteMakasiiihh...
Delete