note 5 DOKTER KELUARGA

iklan

iklan

Sungguh Kita Termasuk Orang Yang Beruntung

"sesungguhnya, nikmat tuhan mana yang engkau dustakan saudaraku?"

Ternyata Ada Nikmat Dibalik Musibah

Hhooo, Ada sebuah kisah dari negeri nan jauh disana, jauh banget dah pokoknya, hhee… ^.^

Inilah 6 Penyebab Pingsannya Seseorang

Sering kali kita berfikir bahwa pingsannya seseorang hanya disebabkan oleh rasa lelah dan rasa takutnya seseorang. Inilah 6 penyebab Pingsannya seseorang dalam pandangan medis.

Jadilah Engkau Seseorang Yang Tawadhu

Dengan sikap Tawadhu, seseorang akan meraih 2 keutamaan, yaitu mendapat pahala dari Allah dan dimuliakan juga oleh manusia

Wednesday, February 3, 2016

Pernahkah Kalian Berfikir Seberapa Beruntungnya Diri Kita?


Pertanyaan pertama, pernahkah kalian berfikir, seberapa beruntungnya kalian, saudaraku??

“Dokter, tolooong, aku susah napas” bisik seorang pemuda yang masih sangat lemas di tempat tidurnya.

Dokter muda yang berjaga malam itu segera berlari membawa alat bantu nafas yang sangat aku butuhkan. Hmmm, yaaa memang sejak 4 hari yang lalu, sejak aku lahir, aku sering mengalami beberapa kali episode “lupa bernapas”, ya istilah itu yang mereka gunakan untuk bayi kecil sepertiku ya tiba-tiba berhenti bernapas.

Namaku Ardo, usiaku baru 4 hari, aku lahir bersama saudara kembarku Ardi. Seharusnya kita berdua masih harus tidur yang nyenyak didalam perut ibu kami, namun takdir berkata lain, kita harus meninggalkan tempat nyaman dan aman itu lebih cepat dibandingkan waktu yang diperkirakan.

Ardi, saudara kembarku, ia sudah kembali lebih dulu ke hadapan sang pencipta. Organ kami memang belum berkembang sempurna, suatu zat alami yang membantu kami bernapas masih belum dibuat secara sempurna. Inilah yang membuat kami sering “lupa bernapas”.

oia, pertanyaan kedua, pernahkah kalian berfikir, seberapa beruntungnya kalian wahai saudaraku?

Disini, aku harus selalu diawasi oleh dokter muda yang jaga, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan entah sampai kapan aku harus selalu diawasi. Hari ini saja sudah beberapa kali aku harus dipompa untuk terus bernapas. Ingin rasanya berucap terima kasih untuk dokter muda yang selalu mengawasiku. Oia, ibu perawat juga yang sudah merawatku 4 hari ini. Hari ini sudah beberapa kali malaikat maut datang menghampiriku, hanya tersenyum kemudian berbalik arah meninggalkanku.
ah, sungguh beruntung kalian saudaraku, sudah bisa menikmati dunia ini lebih dulu dan mungkin lebih lama dibandingkan aku, pernahkah kalian berfikir saudaraku?

Hari ini nampaknya sedikit berbeda, malaikat mau datang tidak sendirian, ia datang bersama Ardi.
“ aku lelah, di, hhee” sapaku. Dia hanya tersenyum tak berkata. T
iba-tiba napasku kembali berhenti, sesak sekali rasanya, aku berusaha menarik napas sebisaku, tapi tidak bisa. Aku kembali melirik kearah Ardi dan tersenyum.

Tak lama, jantungku berdetak lemah, kepalaku terasa sakit sekali, otakku butuh oksigen lebih, sungguh sakit rasanya.

Dokter muda itu lagi, ia kali ini datang dengan obat dalam suntikannya, setelah sebelumnya ia memijat dadaku. Kemudian obat disuntikkan ketubuhku. 

Aku kembali melirik kearah Ardi, dan kini malaikat yang dari tadi menungguku muali berbicara,
“sudah waktunya nak, ikutlah dengan kami” sapanya dengan suara yang lembut dan senyuman yang menyejukkan, dan kisahku pun berakhir.

Ini diambil dari kisah yang kami temui di tempat kami bertugas, nama sengaja kami samarkan.
disini kami sering merasa sangat bersyukur, merasa sangat beruntung akan semua karunia yang telah tuhan berikan untuk kita.


Pertanyaan terakhir, sudahkah kalian berfikir, seberapa beruntungnya kalian saudaraku?


written by Khoirur rijal Ashsholih 

Tuesday, January 26, 2016

Ternyata Ada Nikmat Dalam Musibah




Hhooo, Ada sebuah kisah dari negeri nan jauh disana, jauh banget dah pokoknya, hhee… ^.^

Ada seorang raja yang hobi berburu. Suatu hari, ketika sang raja sedang asik berburu, tiba-tiba kuda yang di naiki sang raja mengamuk. Sang raja kemudian terpelanting dan  jari kelingking sang rajapun terputus. Sang raja sangat marah karena sekarang dirinya telah cacat. Kemudian penasehat kerajaan segera menemui Sang raja untuk memberikan nasihatnya.

Penasihat berkata: “sudahlah paduka, walaupun kena musibah, ya bersyukur saja”

Sang raja bukannya luluh, malah kemarahannya semakin menjadi-jadi. Kemudian sang raja dengan lantang berteriak menyerukan prajurit untuk memenjarakan sang penasihat kerajaan. Para pengawal yang patuh tidak dapat membantah sang raja dan segera melaksanakan perintah. Sang penasihatpun kemudian dijebloskan ke penjara.

Lima tahun kemudian, saat sang raja berburu lagi, sang raja tiba-tiba di tangkap oleh suku primitif. Sang raja yang gagah dan berkulit putih mulus ini kemudian dipilih untuk dijadikan tumbal oleh suku tersebut untuk persebahan kepada dewa. Hanya saja, setelah diperhatikan, ternyata kelingking sang raja sudah terpotong atau cacat, sehingga suku primitif memilih pengawal raja saja yang di jadikan tumbal karena masih lengkap anggota tubuhnya. Kemudian pengawal itupun dikubur hidup-hidup dan sang raja tak lama kemudian dibebaskan oleh pasukan kerajaan yang datang membantu dari istana.

Setelah itu sang raja menyadari kekhilafannya, ia teringat kata-kata dari penasihat kerajaannya yang telah ia penjarakan 5 tahun yang lalu. Penasihat kerajaan pun akhirnya dilepaskan.

Sang raja berkata “ saya memang harusnya tetap bersyukur meski sudah kehilangan kelingking saya”

Penasihat kerajaan menjawab “saya juga harus bersyukur raja, karena raja sudah memenjarakan saya. Kalau saja raja tidak memenjarakan saya, tentulah saya yang akan dijadikan tumbal oleh suku tersebut”

Pelajaran yang bisa kita ambil dalam kisah ini ialah


"Hendaknya kita harus terus bersyukur atas apa yang terjadi pada diri kita. Sesungguhnya kita tidak akan pernah tau apa yang tuhan rencanakan untuk diri kita. Bahkan dibalik sebuah musibah, tentu akan ada hikmahnya seandainya kita mau berfikir."


tips: selagi masih hidup, pakai prinsip  "untung ndag bla bla blaa" atau "untung masih bla bla bla" karena artinya masih ada nikmat yang allah berikan untuk kita, salah satunya nikmat waktu (buat tobat, hheee... :p)




sumber: google book

Saturday, January 16, 2016

Pernahkah Kalian Pusing Tiba-Tiba Sesaat Setelah Bangkit Dari Duduk? Waspada!!! Mungkin Inilah Penyebabnya!!



Pernahkah teman sekalian tiba-tiba pusing saat bangkit dari duduk?? Atau tman sekalian pernah melihat nenek atau kakek teman-teman malah pingsan sesaat setelah bangkit dari duduknya?? mungkin inilah penyebab mengapa teman-teman atau keluarga teman sekalian mengalami hal tersebut.

Dalam dunia medis, kita mengenal suatu istilah yang kita sebut sebagai hipotensi ortostatik. Hipotensi ortostatik ialah terjadinya penurunan tekanan darah sistolik 20mmHg atau tekanan darah diastolik 10mmHg pada posisi berdiri selama 3 menit. Jadi intinya, terjadinya penurunan tekanan darah tiba-tiba ketika kita melakukan perubahan posisi dari duduk/tidur ke posisi berdiri selama kurang lebih 3 menit. Pada saat kita berdiri, sekitar 500 sampai 800ml darah akan berpindah ke daerah perut dan anggota gerak bagian bawah, hal ini menyebabkan terjadinya penurunan jumlah darah yang kembali ke dalam jantung secara tiba-tiba. Penurunan besar volume ini akan mengakibatkan penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung. Dalam kondisi normal, penurunan ini akan merangsang tubuh untuk menyesuaikan diri dengan perubahan posisi tubuh ini, sehingga hasil akhirnya, kebutuhan darah untuk seluruh tubuh tetap terpenuhi jumlahnya.

Pada kondisi hipotensi ortostatik ini, seseorang bisa saja tidak menimbulkan gejala apapun, namun kondisi ini dapat juga menimbulkan suatu gejala misalnya kepala terasa ringan, pusing, gangguan penglihatan, lemah, berdebar, gemetar sampai dengan pingsan. Pingsan bisa terjadi setelah makan, terutama terjadi pada usia lanjut. Hal ini disebabkan oleh redistribusi darah yang banyak ke usus untuk mencerna makanan. Penurunan tekanan darah rata-rata satu jam setelah makan dan ini sering terjadi pada sekitar sepertiga populasi usia lanjut yang berada di rumah perawatan. Walaupun sering tidak bergejala, tetapi dapat mengakibatkan gejala kepala terasa ringan bahkan singkop

Penyebab lain terjadinya hipotensi ortostatik ialah obat-obatan, terutama yang mempengaruhi kinerja pembuluh darah dan isi pembuluh darah. Pada pasien yang mengkonsumsi obat penurun tekanan darah terutama pasien usia lanjut, sangat mungkin untuk mengalami hipotensi ortostatik. Penurunan mekanisme haus akibat penuaan juga bisa menjadi faktor resiko.

Adapun penyebab lain dari hipotensi ortostatik ini ialah penyebab oleh karena persarafan baik primer maupun sekunder. Gangguan primer biasanya penyebabnya belum diketahui sementara gangguan sekunder, biasanya berhubungan dengan zat biokimiawi tertentu atau kelainan struktur tertentu.

So, kalau teman sekalian atau keluarga teman sekalian sering mengalami ini, ada baiknya teman-teman sekalian segera mencari penyebabnya. Sehat itu mahal teman-teman, jadi jangan tunggu sampai sakit


Sumber: buku ajar ilmu penyakit dalam

Wednesday, January 13, 2016

Pingsan Tidak Hanya Karena Faktor Kelelahan dan Ketakutan Saja, Inilah 6 Penyebab Pingsannya Seseorang



Pingsan atau dalam bahasa medis disebut juga sebagai sinkop, berasal dari bahasa Yunani yang berasal dari kata syn dan koptein yang artinya memutuskan. Jadi definisi sikop sendiri ialah kehilangan kesadaran dan kekuatan postural yang tiba-tiba dan bersifat sementara, dengan konsekuensi terjadi pemulihan spontan. Hilangnya kesadaran tersebut terjadi akibat menurunnya aliran darah ke otak yang akan membaik tanpa terapi kimiawi maupun elektrik.
Kebanyak orang yang pernah mengalami pingsan, biasanya mereka jarang mencari pertolongan ke dokter, sehingga prevalensi dari pingsan sendiri sulit ditentukan, namun sekitar sepertiga dari orang dewasa pernah mengalami paling sedikit satu kali episode pingsan selama hidupnya.

Berdasarkan penyebabnya, pingsan bisa dibagi menjadi enam kelompok utama, yaitu;

1.       Pingsan karena faktor aliran darah

Faktor aliran darah merupakan faktor penyebab pingsan terbanyak yang kemudian diikuti oleh faktor jantung. Faktor aliran darah pada kasus pingsan ini bisa disebabkan oleh faktor kelainan anatomi tubuh misalnya pada kasus subclavian steal syndrome, atau bisa disebakan karena hipotensi ortostatik yang berhubungan dengan berdiri tegaknya seseorang, dan bisa juga dikarenakan obat-obatan yang mempengaruhi aliran darah.

2.       Pingsan karena faktor jantung

Pingsan yang disebabkan oleh masalah jantung merupakan penyebab kedua tersering dari pingsan tersebut, meliputi 10-20% atau seperlima dari seluruh kejadian. pingsan yang disebabkan jantung ini akan menyebabkan risiko mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan kasus yang tidak mempunyai dasar kelainan jantung. Pasien dengan pingsan karena jantung ini mempunyai risiko kematian tertinggi dalam 1 sampai 6  bulan. Tingkat kematian dalam 1 tahun pertama mencapai 18-33%, dibandingkan dengan pingsan yang bukan disebabkan kelainan jantung yaitu 0-12%, bahkan pada tanpa sebab yang jelas hanya kira-kira 6%.

3.       Pingsan karena faktor persarafan/ neurologik

Kebanyakan individu yang mengalami pingsan akibat kelainan neurologik seringkali mengalami kejang, daripada hanya episode pingsan saja. Kelainan neurologi yang terjadi seringkali terlihat mirip dengan pingsan yaitu terdapatnya gangguan atau hilangnya kesadaran seseorang. Jadi gangguan saraf ini bisa menyebabkan orang tidak sadarkan diri, tapi bukan pingsan, melainkan hal yang lebih berat lagi.

4.       Pingsan karena faktor psikis/mental

Kejadian pingsan ini dihubungkan dengan kondisi psikis seseorang. Suatu kondisi yang memberatkan mental sesorang, dapat menyebabnya kejadian pingsan, misalnya seperti ketakutan, depresi, dan lain-lain.

5.       Pingsan karena faktor metabolisme tubuh

Penyebab metabolik pada kasus pingsan sangat jarang terjadi, hanya kira-kira 5% dari seluruh kejadian pingsan. Gangguan metabolik yang seringkali menjadi penyebab pingsan tersebut adalah hipoglikemi, hipoksia dan hiperventilasi. pingsan akibat hipoglikemi adalah hilangnya kesadaran yang berhubungan dengan kadar gula darah di bawah 40 mg dan disertai gejala gemetar, bingung, liur yang berlebihan, keadaan hiperadrenergik dan rasa lapar. Hipoglikemi selalu harus dipikirkan pada pasien dengan diabetes melitus yang mendapatkan terapi insulin atau obat hipoglikemik minum. Penting diperhatikan bahwa sinkop akibat hipoglikemi berbeda dengan sinkop pada keadaan lain yaitu tidak berhubungan dengan hipotensi, bahkan pada saat pasien dalam posisi terlentang.

6.       Pingsan karena faktor yang tidak diketahui penyebabnya.

Angka kematian dari kasus pingsan ini bisa berbeda-beda, bergantung dari faktor penyebabnya. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di amerika oleh Framingham, ia mengatakan bahwa tingkat kematian seseorang yang pernah mengalami pingsan yang tidak diketahui penyebabnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengalami pingsan. Dari penelitian tersebut dikatakan juga bahwa tingkat kematian tertinggi ditemukan pada kasus pingsan yang disebabkan oleh masalah jantung, sedangkan kasus pingsan yang disebabkan oleh masalah saraf termasuk hipotensi ortostatik dan sinkop yang berhubungan sengan obat-obatan, tidak menunjukkan peningkatan angka kematian.

sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Monday, January 11, 2016

Jadilah Engkau Seorang Yang Tawadhu'






amalan sedekah tidaklah mengurangi harta dan tidaklah seorang hamba memaafkan saudaranya melainkan allah menambah untuknya kemuliaan serta tidaklah seorang tawadhu (rendah hati) karena allah melainkan allah mengangkat derajatnya (HR. Muslim no 4689)

Tawadhu' disini mengandung 2 pengertian. Pengertian pertama adalah ketundukan terhadap ajaran Islam dengan cara melaksanakan perintah- perintah Allah dan menjauhi larangan- larangan-Nya dan tidak bersikap sombong, sedangkan pengertian kedua adalah bersikap rendah hati terhadap manusia karena Allah, bukan karena takut dan bukan pula karena mengharapkan sesuatu yang ada pada diri mereka, namun semata-mata karena Allah. Dengan sikap tawadhu' seseorang akan bisa meraih 2 keutamaan yaitu mendapatkan pahala dari Allah dan dimuliakan oleh manusia.

Lawan daripada sikap tawadhu adalah sombong, yaitu tidak mau tunduk terhadap kebenaran dan meremehkan atau merendahkan orang lain. Mari kita ambil contoh penerapan sikap tawadhu' dalam kehidupan sehari-hari dari para pendahulu kita yang shalih. Sungguh telah menjadi kebiasaan dari para pendahulu kita yang shalih menjadikan orang yang tua dianggap seperti ayah dan orang yang lebih muda dianggap seperti anak serta orang yang sebaya dianggap seperti saudaranya. Maka mereka menyikapi orang yang lebih tua dengan memuliakannya dan menyikapi orang yang lebih muda dengan menyayanginya serta menyikapi orang yang sebaya sebagaimana dirinya ingin di sikapi. Barangsiapa yang tawadhu' karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnya di dunia dan di akhirat. Realitas ini dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari, bahwa orang yang tawadhu' akan mendapat kedudukan yang tinggi di hadapan manusia, disebutkan kebaikannya dan dicintai oleh mereka.

Beberapa pelajaran penting dari hadits ini adalah sebagai berikut:

1. Anjuran untuk bersedekah dan jangan sampai seseorang tidak mau bersedekah karena takut jumlah hartanya menjadi berkurang ketika disedekahkan.
2. Kita mengetahui bahwa harta memang akan berkurang nominalnya dengan sebab sedekah namun di sisi lain keberkahannya menjadi bertambah, membersihkan segala bentuk kotoran harta, mendapatkan kemuliaan dari Allah dan balasan pahala yang berlipat.
3. Tidak sepantasnya bagi kita untuk menyandarkan diri kepada sesuatu yang bersifat materi. Nilai-nilai ukhrawi tak boleh sirna dari kehidupan kita. Sehingga tidak boleh bagi kita untuk mengatakan, "Apabila aku sedekahkan sebagian dari hartaku, niscaya hartaku akan berkurang." Siapa yang menyangka kalau ternyata Allah menakdirkan dengan sebab sedekahnya tersebut mendapatkan rezeki yang berlipat- lipat.
4. Anjuran untuk mudah memaafkan kesalahan orang lain. Sering kali orang mengira bahwa dengan memaafkan kesalahan orang lain berarti ia telah merendahkan diri dihadapannya. Yang demikian adalah tidak benar karena sesungguhnya Allah akan memuliakan seseorang yang memaafkan kesalahan saudaranya karena Allah.
5. Anjuran untuk bersikap rendah hati.
6. Hendaklah kita selalu menjaga keikhlasan, karena keikhlasan mempunyai pengaruh yang besar dalam meraih pahala dimana Rasulullah bersabda, "Tidaklah seseorang tawadhu' karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya."

7. Semakin bertambah ketaatan seorang hamba kepada Allah dan ketundukannya terhadap perintah Allah maka akan semakin bertambah pula derajatnya. Wallahu a'lam bish shawab. Semoga bermanfaat.

Friday, January 8, 2016

Jadilah Engkau Seorang Pemaaf



amalan sedekah tidaklah mengurangi harta dan tidaklah seorang hamba memaafkan saudaranya melainkan allah menambah untuknya kemuliaan serta tidaklah seorang tawadhu (rendah hati) karena allah melainkan allah mengangkat derajatnya (HR. Muslim no 4689)

Sikap memaafkan kesalahan orang lain merupakan sifat mulia, sikap yang tidak mudah dilakukan oleh banyak manusia. Hanya orang-orang yang berjiwa besar dan berhati mulia sajalah yang bisa melakukan hal ini.

Apabila ada seseorang yang berbuat salah kepadamu, seperti menyakiti tubuhmu atau menyakiti hatimu atau mengambil hartamu maka secara tabiat pasti engkau akan membalas perbuatan tersebut. Sesungguhnya yang demikian ini diperbolehkan dalam syariat, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: "barang siapa menyerang kamu maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu" (QS.al-baqarah 194)

Allah juga berfirman: dan jika kamu membalas maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu (QS. An-Nahl: 126)

Namun syariat pun memberikan pilihan yang lebih baik dari pada itu, yaitu memaafkan kesalahan-kesalahan tersebut.

Allah berfirman : dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari allah (QS.Ays- Syura: 40)

Allah berfirman: jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang baik serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh (QS. Al-A’raf: 199)

Namun sungguh setan akan selalu menghembuskan godaannya kepada manusia tatkala hendak memaafkan kesalahan saudaranya, misal dengan mengatakan, “mengapa engkau memaafkannya?? Jangan hinakan dirimu kepadanya”. Padahal dengan memaafkan kesalahan saudara tersebut akan menjadikan orang tersebut mulia disisi manusia dan disisi allah. Wallahu a’lam   Menjadi orang yang tawadhu

Wednesday, December 30, 2015

Jadilah Engkau Seorang Penderma






Amalan sedekah tidaklah mengurangi harta dan tidaklah seorang hamba memaafkan saudaranya melainkan Allah SWT menambah untuknya kemuliaan serta tidaklah seorang tawadhu' (rendah hati karena Allah SWT melainkan Allah SWT mengangkat derajatnya." (HR. Muslim no. 4689)


Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, namun perlu kita ketahui,memperbaiki diri dalam rangka mempersiapkan kehidupan akhirat sangatlah penting untuk segera kita laksanakan, karena kita tidak akan pernah tau kapan jatah usia kita akan berakhir. Sesungguhnya pada diri kita ini ada beberapa sifat yang tidak baik namun sebenarnya sangat bisa kita ubah, misalnya kikir terhadap harta yang dimiliki, tidak mau memaafkan kesalahan orang lain dan bahkan menyimpan rasa dendam, serta bersikap sombong dengan menolak kebenaran atau dengan merendahkan orang lain. Di dalam syariat Islam, berdasarkan hadist diatas telah dijelaskan kiat-kiat untuk menghilangkan sifat-sifat yang tidak baik tersebut.
Yang pertama adalah anjuran untuk bersedekah atau berinfak guna menghilangkan sifat kikir.
Yang kedua adalah anjuran untuk memaafkan guna menghilangkan sifat dendam.
Yang ketiga adalah anjuran untuk tawadhu' guna menghilangkan sifat sombong.


BERSEDEKAHLAH DAN BERINFAKLAH

Sungguh rasul kita Muhammad SAW memiliki akhlak yang sangat mulia yaitu suka memberi. Apabila ada seseorang meminta sesuatu kepada beliau maka beliau akan memberinya seberapapun kebutuhannya (dalam rangka mengikat hatinya agar masuk Islam). Sebagaimana pernah dikisahkan, ada seorang arab badui meminta sesuatu kepada beliau maka beliau pun memberinya kambing yang memenuhi lembah dengan tujuan agar dia dan kaumnya masuk Islam. Kemudian kembalilah orang tersebut kepada kaumnya seraya mengatakan, "Wahai manusia, masuklah kalian ke dalam Islam karena sesungguhnya Muhammad SAW adalah seorang penderma yang tidak takut menjadi miskin." (Lihat Shahih Muslim no. 2312).

Maka perhatikanlah wahai saudaraku, betapa besar pengaruh harta yang beliau sedekahkan kepada arab badui tadi hingga menjadi sebab keislaman dia beserta kaumnya. Maka jangan dikira ketika kita menyedekahkan sebagian harta kita, hal itu akan mengurangi harta yang kita miliki. Bahkan yang demikian itu malah akan semakin menambah harta tersebut, semakin berkembang dan bertambah nilai keberkahannya. Maka balasan yang demikian ini adalah sebagai pengganti dari sebagian harta yang kita sedekahkan.

Allah SWTberfirman: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah SWT seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir pada setiap bulir ada seratus biji. Allah SWT melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. al-Baqarah: 261)

Allah SWTberfirman: "Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah SWT akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik." (QS. Saba: 39)

Demikian dengan harta yang telah kita sedekahkan maka Allah SWTakan menjaga harta kita dari berbagai kotoran yang ada padanya dan membersihkan jiwa kita selaku pemilik harta. Lebih dari itu harta yang kita sedekahkan tersebut akan diganti oleh Allah SWT dengan pahala besar yang berlipat di akhirat nanti.

Adapun setan, dia selalu menghembuskan kepada manusia perasaan takut miskin. Targetnya, supaya menjadi orang yang bakhil, Sehingga terhalang dari barakah Ilahi.

Allah SWT berfirman: "Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (bakhil) (QS. al-Baqarah: 268)


Tatkala seseorang hendak bersedekah maka setan pun membisikkan godaannya, misalnya dengan mengatakan, "Jangan kamu bersedekah, sebab akan mengurangi hartamu, nanti kamu akan menjadi miskin, janganlah kamu bersedekah, tahanlah hartamu." Itulah bisikan yang harus kita lawan dengan sekuat tenaga agar menjadi seorang penderma yang artinya kita tidak akan kikir dengan harta yang kita miliki di dunia ini.       Menjadi Seorang Pemaaf