amalan sedekah tidaklah mengurangi harta dan tidaklah seorang hamba memaafkan saudaranya melainkan allah menambah untuknya kemuliaan serta tidaklah seorang tawadhu (rendah hati) karena allah melainkan allah mengangkat derajatnya (HR. Muslim no 4689)
Sikap memaafkan kesalahan orang lain merupakan sifat mulia, sikap yang tidak mudah dilakukan oleh banyak manusia. Hanya orang-orang yang
berjiwa besar dan berhati mulia sajalah yang bisa melakukan hal ini.
Apabila ada seseorang yang berbuat salah kepadamu, seperti
menyakiti tubuhmu atau menyakiti hatimu atau mengambil hartamu maka secara tabiat
pasti engkau akan membalas perbuatan tersebut. Sesungguhnya yang demikian ini
diperbolehkan dalam syariat, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: "barang siapa menyerang kamu maka seranglah dia setimpal
dengan serangannya terhadap kamu" (QS.al-baqarah 194)
Allah juga berfirman:
dan jika kamu membalas maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan
yang ditimpakan kepadamu (QS. An-Nahl: 126)
Namun syariat pun memberikan pilihan yang lebih baik dari
pada itu, yaitu memaafkan kesalahan-kesalahan tersebut.
Allah berfirman : dan
balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal tetapi barang siapa
memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya
dari allah (QS.Ays- Syura: 40)
Allah berfirman:
jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang baik serta jangan pedulikan
orang-orang yang bodoh (QS. Al-A’raf: 199)
Namun sungguh setan akan selalu menghembuskan godaannya
kepada manusia tatkala hendak memaafkan kesalahan saudaranya, misal dengan
mengatakan, “mengapa engkau
memaafkannya?? Jangan hinakan dirimu kepadanya”. Padahal dengan memaafkan
kesalahan saudara tersebut akan menjadikan orang tersebut mulia disisi manusia
dan disisi allah. Wallahu a’lam Menjadi orang yang tawadhu


Setuju banget ama yg cahya tulis ������������
ReplyDeletehhee,, mksih :D
ReplyDeleteIya sama2 :)
ReplyDelete