amalan sedekah tidaklah mengurangi harta dan tidaklah seorang hamba memaafkan saudaranya melainkan allah menambah untuknya kemuliaan serta tidaklah seorang tawadhu (rendah hati) karena allah melainkan allah mengangkat derajatnya (HR. Muslim no 4689)
Tawadhu' disini mengandung 2 pengertian.
Pengertian pertama adalah ketundukan terhadap ajaran Islam dengan cara
melaksanakan perintah- perintah Allah dan menjauhi larangan- larangan-Nya dan
tidak bersikap sombong, sedangkan pengertian kedua adalah bersikap rendah hati
terhadap manusia karena Allah, bukan karena takut dan bukan pula karena
mengharapkan sesuatu yang ada pada diri mereka, namun semata-mata karena Allah.
Dengan sikap tawadhu' seseorang akan bisa meraih 2 keutamaan yaitu mendapatkan
pahala dari Allah dan dimuliakan oleh manusia.
Lawan daripada sikap tawadhu adalah sombong,
yaitu tidak mau tunduk terhadap kebenaran dan meremehkan atau merendahkan orang
lain. Mari kita ambil contoh penerapan sikap tawadhu' dalam kehidupan
sehari-hari dari para pendahulu kita yang shalih. Sungguh telah menjadi
kebiasaan dari para pendahulu kita yang shalih menjadikan orang yang tua
dianggap seperti ayah dan orang yang lebih muda dianggap seperti anak serta
orang yang sebaya dianggap seperti saudaranya. Maka mereka menyikapi orang yang
lebih tua dengan memuliakannya dan menyikapi orang yang lebih muda dengan
menyayanginya serta menyikapi orang yang sebaya sebagaimana dirinya ingin di
sikapi. Barangsiapa yang tawadhu' karena Allah maka Allah akan mengangkat
derajatnya di dunia dan di akhirat. Realitas ini dapat kita saksikan dalam
kehidupan sehari-hari, bahwa orang yang tawadhu' akan mendapat kedudukan yang
tinggi di hadapan manusia, disebutkan kebaikannya dan dicintai oleh mereka.
Beberapa pelajaran penting dari hadits ini
adalah sebagai berikut:
1. Anjuran untuk bersedekah dan jangan sampai
seseorang tidak mau bersedekah karena takut jumlah hartanya menjadi berkurang
ketika disedekahkan.
2. Kita mengetahui bahwa harta memang akan
berkurang nominalnya dengan sebab sedekah namun di sisi lain keberkahannya
menjadi bertambah, membersihkan segala bentuk kotoran harta, mendapatkan
kemuliaan dari Allah dan balasan pahala yang berlipat.
3. Tidak sepantasnya bagi kita untuk
menyandarkan diri kepada sesuatu yang bersifat materi. Nilai-nilai ukhrawi tak
boleh sirna dari kehidupan kita. Sehingga tidak boleh bagi kita untuk
mengatakan, "Apabila aku sedekahkan sebagian dari hartaku, niscaya hartaku
akan berkurang." Siapa yang menyangka kalau ternyata Allah menakdirkan
dengan sebab sedekahnya tersebut mendapatkan rezeki yang berlipat- lipat.
4. Anjuran untuk mudah memaafkan kesalahan
orang lain. Sering kali orang mengira bahwa dengan memaafkan kesalahan orang
lain berarti ia telah merendahkan diri dihadapannya. Yang demikian adalah tidak
benar karena sesungguhnya Allah akan memuliakan seseorang yang memaafkan
kesalahan saudaranya karena Allah.
5. Anjuran untuk bersikap rendah hati.
6. Hendaklah kita selalu menjaga keikhlasan,
karena keikhlasan mempunyai pengaruh yang besar dalam meraih pahala dimana
Rasulullah bersabda, "Tidaklah seseorang tawadhu' karena Allah melainkan
Allah akan mengangkat derajatnya."
7. Semakin bertambah ketaatan seorang hamba
kepada Allah dan ketundukannya terhadap perintah Allah maka akan semakin
bertambah pula derajatnya. Wallahu a'lam bish shawab. Semoga bermanfaat.


Good job !
ReplyDelete